Ads 468x60px

Friday, September 6, 2013

MELIHAT INDONESIA DARI RUMAH SAYA

Dalam obrolan ringan, saling mengenal kehidupan tiap-tiap teman. Ditengah-tengah kebisingan dan kepekatan bau menyengat ruangan mesin outdoor. Salah seorang teman memberikan suatu inspirasi untuk menuliskan ini.

Mengaku pernah merasakan bekerja pada suatu pabrik. Dikatakannya hanya sehari. hahaha... Mungkin lebih tepatnya meninjau tempat kerja. Saya sendiri pun juga pernah mampir ke pabrik tersebut. Sama persis dengan teman saya ini yang usianya 3 tahun lebih muda dari saya. Dia memaparkan pengalamannya pada teman-teman semua. Gaji yang akan diterima hanya lima belas ribu rupiah per hari. Nilai itu berlaku untuk cowok. Dan untuk cewek sebesar dua belas ribu rupiah per hari. Jam kerja mulai dari pukul tujuh pagi sampai dengan pukul lima sore. Istirahat satu jam.

Kenapa hanya SEHARI KERJA?
Bisa dibilang pekerjaannya itu seperti seorang kuli. Dari narik troli besar sampai troli yang dipenuhi bahan mentah, yang entah berapa ton beratnya. Lalu mengoperasikan mesin. Lebih tepatnya, memasang bahan mentah tadi ke mesin agar bisa diolah. Dan panasnya ruangan itu sangat menyiksa.
Sebandingkah pekerjaan yang dilakukan dengan gaji yang diterima?

Saya masih ingat, dulu saya pernah berkata terang-terangan kepada sang supervisor. "Mohon maaf Pak. Saya tertarik melamar disini karena dicantumkan lowongan pada posisi admin. Dan ternyata pekerjaannya seperti ini. Mendingan saya jadi kuli bangunan karena sehari bisa mendapatkan empat puluh ribu."

Ya, kurang lebih seperti itu. Memang saat itu informasi lowongan pekerjaan yang tercantum adalah berbagai posisi yang menarik. Mulai dari admin, kepala gudang, security, dll. Namun ternyata semua pelamar diwajibkan untuk merasakan posisi para kuli. haha... strategi yang bagus.

Dari teman saya, ternyata yang bekerja di pabrik itu sekarang adalah lulusan SMP. Semuanya. Memang sih, ijasah SMP sekarang bisa dibilang untuk apa. Lha wong yang sarjana aja banyak yang jadi pengangguran. Tapi dari penglihatan saya, mereka yang bekerja di pabrik itu adalah orang-orang yang memiliki tenaga ekstra. Dan pekerjaan di pabrik itu jika dibandingkan dengan pekerjaan sebagai kuli bangunan, maka lebih ringan sebagai kuli bangunan. Upah yang di dapat pun juga lebih besar kuli bangunan. Lalu pertanyaannya, kenapa mereka masih juga bertahan dengan kehidupan yang seperti itu?

Ada yang menjawab, "Jelas enak di pabrik, kalo ada yang nanya kerja dimana, maka jawabnya kerja di pabrik."
hahahaha..... yang beginilah rakyat ini. Terlebih mereka bekerja pada bangsa asing.

Friday, April 19, 2013

Pameran Lukisan "Jenggeleg tangi Meleg #2"

Mojokerto - Kali ini Kota Mojokerto mengelar sebuah acara Pameran Lukisan "Jenggeleg Tangi Meleg #2" pada tanggal 20 - 25 April 2013, pukul 09.00 - 21.00 WIB yang bertempat di Gedung Olahraga & Seni Majapahit, Jl. Gajah Mada 149 Kota Mojokerto.

Acara akan dibuka oleh Walikota Mojokerto, Bapak Ir. Abdul Gani Soehartono, MM, Sabtu 20 April 2013 pukul 19.30 WIB dan dilanjutkan dengan Pentas Sendratasik "MBALJIGONG" Dewan Kesenian Mojokerto & "BARONGSAI" Yensen Project Indonesia.
Undangan GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM




Tuesday, April 16, 2013

Roadshow Wayang Potehi Masuk Sekolah











ROADSHOW WAYANG POTEHI MASUK SEKOLAH

Jumat, 19 April 2013 Pkl.07.00 WIB s/d selesai
di Lapangan KOREM, Jl. Gajah Mada (Cikaran)

Dipersembahkan oleh :
YENSEN Project Indonesia
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gugus 3 Kecamatan Magersari Kota Mojokerto
Radio MAJA Fm 100.7

Contact Person :
Bpk. H. Novi Rahardjo, S.STP, MSi (Abah Novi), Ketua YENSEN Project Indonesia - 08123137507
Ki Manteb Sutarto (Pak Kekek) - 082141930222

Tuesday, March 19, 2013

Hujan Bersamamu

Hujan itu turun,
Menawarkan aroma tanah basah yang khas
Menciptakan hawa dingin yang menggelitik sum-sum
Memenuhi setiap rongga dengan genangan air

Aku benci hujan
Membuatku enggan beranjak dari tidur panjang
Membuatku hanya menopang dagu sepanjang hari
Dan membuatku hanya bisa menyeruput teh panas di beranda rumah

Namun, aku pun belajar mencintai hujan
Saat mampu menciptakan kelenggangan disetiap sudut jalan
Merenung sembari berteduh di emperan kios
Dan membangkitkan kenangan manis ditengah keheningan

Aku pun mencintai hujan
Saat ia berhasil memenjarakan diriku bersamamu
Menyajikan suasana yang entah bagaimana melaluinya
Dan akhirnya berlalu dengan gumaman panjang dan tatapan kosong

Akhirnya....
Aku pun sangat mencintai hujan
Saat membuatku terperangkap bersamamu
Di ruang kotak itu


Oleh Aulia Rahmawati

Sunday, February 17, 2013

Karena Aku Cinta

Selangkah saja kau mendekat
Akan kubalas dengan pantas
Satu untuk sejuta
Dua untuk berjuta-juta

Tak ada alasan lain
Karena aku cinta!

Karena aku cinta!
Kumohon,
Lihatlah kedua lingkaran mata
Tanpa harus aku berkata

Karena aku cinta!
Kumohon, bacalah ingin
Tanpa menunggu menjadi cermin

Karena aku cinta
Tapi kau tiada pernah merasa


Cicik Tri Jayanti
Dikutip dari STORY TEENLIT MAGAZINE - EDISI 32 / Th.III / 25 Maret 2012 - 24 April 2012

Thursday, February 14, 2013

Puisi-puisi Pratiwi Setyaningrum

Pratiwi Setyaningrum, saat ini sedang mempersiapkan buku puisinya setelah banyak puisinya dibukukan dalam buku antologi bersama, antara lain ; Antologi Pusi 10 Penyair Perempuan Facebook Merah Yang Meremah (2009), Antologi Puisi Para Penyair Tiga Negara untuk buku Padang 7,6 Scala Richter (2009), dan Antologi Puisi 9 Penyair Perempuan Indonesia Perempuan Dalam Sajak (2010). Satu puisi panjangnya masuk dalam Buku Kahlil Gibran di Indonesia (2011), dan terakhir beberapa Haikunya masuk dalam Buku Antologi 500 Haiku Danau Angsa (2011).

Berikut sedikit dari puisi yang saya kutip dari STORY TEENLIT MAGAZINE EDISI 25 / Th.III / 25 AGUSTUS - 24 SEPTEMBER 2011 :

Sepi yang Sempurna 

Ada tubuh terkoyak
Di detak dada mendesak
ini sepi begitu sempurna
Hmm
Muncul bayang senyummu
Buram genapkan malam

Kalideres, 7 Agustus 2011


Di Kala Kurasakan Bumi Begitu Dekat dan Langit Begitu Besar


Sesaat lelah mata memandang ke arah mata angin yang penuh syak dan wasangka, aku tergugu
Betapa saat tundukkan kepala menatap bumi, terasa begitu dekat aku dengan mati
Sedangkan bila kudongakkan kepala menatap ke luasnya langit, ternyata sangat kecil tak berartinya diri ini
Aku
Malu

Kalideres, 22 Oktober 2009

Wednesday, February 13, 2013

Tahu Gak Sih Darimana Asal Budaya Valentine

Tanpa terasa tahun 2013 sudah memasuki bulan yang kedua, yaitu bulan Februari. Seperti yang kita ketahui, bahwa sebagian besar penduduk bumi ini berpendapat kalau bulan Februari adalah bulan yang penuh kasih sayang. Ya, kita lebih mengenalnya dengan hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Di bumi ini, ada banyak sekali orang yang turut merayakan hari tersebut, terutama dari kalangan remaja di dunia. Tanpa terkecuali di Negara kita, bahkan tidak sedikit pula remaja di Indonesia yang merayakan hari itu.



Mungkin selama ini kita kerap kali merayakan hari Valentine tanpa mengetahui darimana datangnya tradisi tersebut dan apa makna yang sesungguhnya. Yang kita selama ini kita tahu dari hari Valentine hanyalah hari yang penih kasih sayang dan juga hari dimana ketika orang saling bertukar Kado atau sekedar memberikan Cokelat. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa hari Valentine adalah hari yang dominan dalam mencari pasangan ataupun sekedar berkencan mesra dengan pasangan.

Oleh karena itu saya mencoba untuk menguak asal-usul sejarah Perayaan Hari Valentine, dengan harapan supaya kita semua bisa lebih cerdas dalam merayakan suatu acara. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan, tanpa mengetahui arti penting dari tradisi perayaan hari tersebut. Berikut adalah beberapa penggal riwayat atau sejarah Valentine yang mungkin dapat membantu kita dalam mengenal asal-muasal perayaan hari tersebut.


Sejarah Yang Pertama


Valentine adalah nama dari seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal sangat kejam. Ya, Valentine sangat membenci Kaisar tersebut. Claudius sangat berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini kurang mendapat dukungan, dikarenakan pada saat itu kaum pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya, hal ini membuat Claudius marah besar. Dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Saat itu Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, maka dengan senang hati mereka akan bergabung dengan militer. Lalu disaat itu juga Claudius melarang adanya pernikahan, dengan harapan pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Namun lagi-lagi usaha keji Claudius digagalkan oleh St. Valentine, saat itu Valentine menolak untuk melaksanakan aksi gila sang Kaisar. Tanpa rasa takut Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun ritual ini dilakukan secara rahasia. Akan tetapi Claudius mencium adanya suatu pembrontakan dan sang Kaisar pun langsung memberikan peringatan keras terhadap Valentine. Namun lagi-lagi usaha sang Kaisar tidak membuahkan hasil, St. Valentine sama sekali tidak menggubris peringatan tersebut dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi oleh cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, Valentine tertangkap basah oleh sang Kaisar ketika dia tengah memberkati salah satu pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Saat itu Claudius benar-benar sangat murka terhadap Valentine. Lalu sang Kaisar memerintahkan salah seorang prajuritnya untuk menangkap Valentine, namun pasangan yang tengah diberkati tersebut berhasil lolos dan melarikan diri. Hingga pada akhirnya Valentine dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul. Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu. Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.



Sejarah Valentine Yang Kedua


Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, yang dimana dipercayai bahwa tanggal 14 Februari adalah hari dimana ketika burung sedang bermusim mencari pasangan untuk kimpoi. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Didalam ceritanya, Ia menulis sebuah kalimat "Parlement of Foules" (Percakapan Burung-Burung) yang didalamnya terkandung kalimat " For this was sent on Seynt Valentyne’s day " (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus). Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).

Di zaman tersebut, saling bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka adalah suatu hal yang lazim bagi mereka yang saling mencintai. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London, yang kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai Santo Valentinus diciptakan pada zaman sekarang ini. Dan beberapa di antaranya bercerita bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus bertemu dengan ajalnya sebagai seorang yang martir (mati syahid), ia telah menuliskan sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu". Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.



Sejarah Valentine Yang Ketiga


Menurut Tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion. Bulan Gamelion adalah bulan yang dimana pada saat itu berlangsungnya pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Pada zaman Romawi kuno, tanggal 15 Februari adalah tanggal yang dikenal sebagai hari raya Lupercalia. Sebuah perayaan Lupercus, Dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Perayaan tersebut bertujuan sebagai ritual penyucian, yang dimana para Pendeta Lupercus akan mempersembahkan korban sembelihan kambing kepada Dewa. Setelah meminum anggur, mereka akan berlari-lari disekitar jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal Hari Valentine.


Kurang lebih seperti itulah gambaran dari sepenggal sejarah kecil mengenai asal-muasal dan makna dari tradisi tentang perayaan Hari Valentine. Semoga dari keterangan diatas, dapat membantu kita didalam mengetahui makna yang terkandung pada perayaan Hari Valentine. Sekian dari saya dan kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat.



Sumber: http://forum.kompas.com/teras/66347-asal-muasal-perayaan-hari-valentine.html

Monday, February 11, 2013

Orang Yang Mau Belajar Akan Menjadi Semakin Bodoh

"Orang yang mau belajar akan menjadi semakin bodoh." Lho? Kok gitu??
Yah begitulah yang dikatakan dosenku, Bpk. Ali Basyah, ST., saat di CC-IT PENS-ITS. Menurut beliau, orang yang mau untuk belajar malah akan merasa dirinya semakin bodoh, karena dia akan semakin tahu masih banyak hal diluar sana yang belum kita ketahui. Nah, keren kan? :)


Orang yang masih tetap giat belajar saja merasa dirinya bodoh, apalagi yang malas untuk belajar? Eitz!! Tapi luar biasanya orang yang malas untuk belajar itu karena merasa dirinya udah pinter banget lho... Apalagi ditambah sifatnya yang sok tahu. Bheee... kelaut aja deh... ^_^v

Sedikit cerita nih, waktu dibangku kuliah, aku ngerasa aku yang paling tua diantara teman-temanku. Yah walaupun cuman selisih 2 tahunan rata-rata usiaku dengan mereka. Sampai ada yang nanya ke aku, "Mas, masih semangat aja ya belajarnya? Gak capek apa? Kan kerja juga?" Lalu aku jawab aja sekenanya, "Ngapain capek? Belajar kan nggak mengenal usia. Asal kita ada kemauan keras aja. Aku rasa itu modal hidup yang utama."
Nah... waktu wisuda nih, kan semua CC-IT dari Provinsi Jawa Timur berkumpul semua di Graha Sepuluh Nopember. Aku sempat terkejut melihat teman-teman dari CC-IT kota lain. Nggak sedikit dari mereka yang umurnya bisa dibilang "udah tua". Malah ada yang sudah 38 tahun lho...

Iseng nih aku ngobrol sama Frans (bukan nama sebenarnya). "Pak masih semangat ya kelihatannya?" Lalu Frans menjawabnya, "Iya Mas, lha wong saya ini masih merasa bodoh banget. Nggak tau kapan pinternya, sampai tua gini."

Oke, sesuai judul, itulah garis besarnya. Maka jangan pernah malas untuk belajar. Wong malas kok dipelihara!!

Industri Rokok Menjeratmu Anak Muda


            Mohon maaf bagi yang nggak berkenan dengan artikel saya ini. Sekedar iseng aja (siapa tahu begitu baca artikel ini kemudian berhenti merokok) daripada nggak ada kerjaan. Artikel ini menurutku menarik karena bersifat membangun. Tema ini aku angkat setelah dapat tugas ngetik dari Tabloid Sekolah Jurnal Maja Tamansiswa. Okey, langsung aja ke materi!
            Merokok perlukah? Bukankah pada kemasan rokok sendiri sudah tertera bahwa “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan pada janin”, lalu kenapa masih saja merokok? 


Bukan hanya itu saja, seingat penulis waktu masih sekolah (penulis juga pernah sekolah lho... ^^), dalam ajaran agama Islam, bahwa menyakiti diri sendiri itu hukumnya dosa dan haram. Kalo merokok itu dapat membuat kita sakit, berarti sudah jelas kita telah melakukan dosa. Lalu kenapa masih saja merokok?
Dalam hal ekonomi juga demikian. Harga rokok juga nggak murah, apalagi orang yang sudah kecanduan rokok, sehari atau bahkan dalam hitungan jam saja sudah menghabiskan rokok 1 cepet (bahasanya “cepet” apa ya?). Lha terus, habis berapa puluh ribu dalam sehari hanya untuk kebutuhan merokok yang jelas-jelas merugikan itu? Kalo untuk yang berduit sih nggak masalah. Tapi yang jadi masalah itu, 70 persen perokok adalah orang miskin. Nah, padahal cari duit juga nggak gampang. Lalu kenapa masih juga merokok?
Menurut data yang terungkap dalam workshop Jurnalis Aksesi FCTC Penguatan Komunikasi dari Ancaman Asap Rokok  yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat indonesia (IAKMI) (28/5), lebih dari sepuluh orang meninggal diseluruh dunia per menit karena rokok. Artinya dalam sehari ada 14.400 orang yang meninggal karena rokok. Rokok mengandung empat ribu bahan kimiawi dan 60 diantaranya bisa menyebabkan penyakit kanker.
Bahaya merokok bukan hanya ada pada si perokok aja, tapi asap rokok juga membahayakan orang-orang disekitarnya. Karena, perokok pasif menghisap tiga kali lebih banyak kandungan dari rokok. Nah, apa nggak kasian tuh sama orang-orang disekitar? Keluarga, teman yang nggak ngrokok, ato pacar misalnya?
Kembali lagi pada kemasan rokok yang bertuliskan bahaya merokok. Peringatan bahaya merokok itu juga dari pemerintah kan? Tapi kenapa masih juga diijinkan adanya pabrik rokok ato apalah itu. Harusnya larangan merokok sama halnya dengan larangan minuman keras dan zat psikotropika lainnya.
“Kan rokok membantu perekonomian negara karena merupakan penghasilan yang sangat besar?”, ada yang bilang gitu juga. Nggak tahu dah harus jawab apa kalo uda mengeluarkan jurus itu. Seolah-olah para perokok antusias dengan keadaan perekonomian negara. Haha... lucu juga.
Denger-denger nih, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau lembaga penyiaran televisi dan radio agar tidak menyiarkan iklan rokok pada 31 Mei 2011. Imbauan disampaikan oleh KPI kepada asosiasi lembaga penyiaran. Nah, kalo berita yang seperti ini aku suka, nih. Dan sodara-sodara yang pada nggak suka sama rokok pasti juga turut bergembira. Tepuk tangan.... 
Satu pesan buat sodara-sodara sebangsa dan setanah air, terutama bagi anak-anak muda, jangan coba-coba merasakan menghisap rokok karena itu hanya akan merugikan diri kalian sendiri dan juga orang lain. Dan untuk yang sudah terlanjur kecanduan merokok, cobalah untuk pelan-pelan berhenti merokok. Di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin. Kalo kalian pada niat untuk berhenti merokok, aku yakin kalian pasti bisa.
Marilah bangun kesadaran diri akan bahaya merokok.
Salam damai dan bebas asap rokok!